Dua pelajaran yang bisa saya ambil dari kunjungan ke kawasan Lereng Anteng dkk yaitu bahwa di kawasan ini terdapat beberapa cafe/resto dan "Lereng Anteng" hanya salah satu Cafe yang ada di sini. Semua cafe/resto yang ada di sini cozy dan menampilkan pemandangan indah yang instagramable tapi tetep pengen nyobain tempat ngopi yang bernama "Lereng Anteng" ini setelah sebelumnya nyasar ke Tafso (tapi nyasarnya dalam artian yang indah koq, satisfying).

Yang kedua cepet-cepet mengamankan foto dan posting di BLOG sebelum kehapus lagi wkwkwk...


Seperti yang sempat Rani bilang sebelumnya kawasan ini memiliki 1 tempat parkir untuk beberapa cafe/resto. Klo pengen ke lereng anteng lihatkan ke arah genteng yang bertuliskan "LERENG ANTENG".


Sebelum masuk ke tempat makan ada ruang terbuka dengan banyak payung menggantung. Ini spot foto yang asik, disukai nenek kakek dan cucu-cucunya hehe...


Sementara gambar di bawah ini adalah pintu masuk ke lereng anteng. Kamu bisa langsung pesan dan bayar di kasir sebelum makanan diantarkan. Make sure udah dapet tempat/meja dulu yah.


Soal menu dan harga makanan di lereng anteng, silahkan lihat gambar menu di bawah ini.


Soal makanan, Rani ga terlalu rewel sih. Cuman yang recommended (menurut selera Rani) adalah Iga Bakar Lada Hitam dan Ayam Saus Mentega. Cuaca dingin dan kami udah lapar, jadi ga sempet foto2 makanan.


Tempat makan yang menarik disini adalah kawasan teras atas dan tenda-tenda transparant. Kami pilih di kawasan teras yang dilengkapi dengan tempat duduk berisi bean. Kebetulan saat kesana baru beres hujan dan masih ada gerimis jadi tenda-tenda transparan kurang nyaman digunakan karena sekitarnya becek. Tapi klo hari lagi cerah tampaknya cozy juga. Oiya klo kesini jangan lupa bawa baju hangat/jaket yah. Hawa pegunungan dingin, pas kami kesana juga pas ada kabut turun jadi bbbbrrrrrr.....

image: ketahui.com

Meskipun kita bisa berlama-lama anteng disini, jangan lupa Sholat ya kawan. Mushola yang ada di luar Cafe cukup luas dan bersih, mukena juga disediakan disini.


That's it. Semoga bermanfaat buat referensi tempat menghabiskan weekend 😊.


Sebenernya pengen bikin pepes tahu, tapi lagi males ribet hehe.... jadi tahu nya dikukus aja di wadah. Dan hasilnya seperti penampakan di bawah ini.
 

Bahan:
2 butir telur
1 batang bawang daun , iris halus
1 siung bawang putih, haluskan
gula, garam, dan penyedap (optional) secukupnya
1 buah wortel, parut memanjang
5 buah tahu kuning


Cara Membuat:
Masukan telur, bawang putih halus, gula, garam, dan penyedap (optional) kocok hingga berbuih. Hati-hati dalam pemberian garam karena ada beberapa jenis tahu yang sudah memiliki rasa asin.


Masukan parutan wortel dan bawang daun, aduk rata. Beberapa jenis wortel ada yang bertekstur keras dan susah lunak, jika ingin tekstur wortel yang lebih lunak bisa rebus/kukus wortel terlebih dahulu. Soalnya saya pakai wortel lokal biasa dari mentah, setelah dikukus lebih dari 30 menit masih memiliki tekstur "kres-kres" gitu. Klo suka sih gpp...


Masukan dan hancurkan tahu dengan garpu, kemudian aduk rata. Koreksi rasa, dan jangan lupa untuk mengaduk sampai benar-benar rata supaya tidak asin sebelah.


Ratakan permukaan tahu kemudian kukus dalam kukusan yang sudah dipanaskan terlebih dahulu kurang lebih 30 menit.


Setelah matang, buka tutup kukusan dan biarkan uap air menghilang terlebih dahulu. Baru dipotong sesuai selera. Siap disajikan.






Main ke sabuga mah udah ga aneh lagi buat kita, tempat terbuka favorit buat "bergerak" yang dengan kualitas oksigen yang baik karena berada di dekat hutan kota.


Nah beberapa bulan terakhir ini lihat jembatan hijau-hijau di jalan masuk ke sabuga (saraga). Awalnya kirain buat tempat parkir, ternyata semacam sky walk begituh. Hmm... jadi penasaran kan...


Setelah melewatkan beberapa kesempatan, akhirnya sempat juga main kesini dulu setelah lari pagi (yang kesiangan) di sabuga. Udara yang segar dan lahan yang cukup luas buat Alfian mondar mandir kesana kemari dan jadi olah raga part 2 juga nih plus gendong bayi 1 tahun yg lagi bobo. Karena itu abaikan muka-muka kucel di foto yang hanya mengandalkan filter alami matahari ini.


Masuk ke sini ga bayar koq alisa gratis tis... tis..., paling bayar parkir aja buat yang bawa kendaraan sendiri. Tempat ini terdiri dari jembatan-jembatan panjang, tangga, meliuk-liuk dan beberapa spot luas buat Alfian lari-lari (be careful dear). Spot asik buat foto-foto dan nongkrong buat menghirup high quality oxygen.


Sebagian orang memanfaatkan fasilitas ini untuk pembelajaran lapangan, pas kita kesana ada beberapa mahasiswa yang lagi ngerjain tugas tampaknya. Ada yang hobi fotografi lagi ambil2 foto kece. Ada juga yang lagi foto pre-wedding, kayak couple yang jalan di belakang Alfian ini. Jadi Alfian yang ganggu sesi foto mereka atau mereka yang ganggu sesi foto alfian ya?



Klo kita mah ambil foto ala ala pake hape sajah, yet Happiness is so simple...








Horee kali ini akhirnya rasanya sesuai ekspektasi, setelah merasa "ada yang kurang" di resep Cake Keju Kukus nya, ditambahin susu jadi enak-enak gurih...
Tapi tetep dengan resep yang super simple no oven, no mixer. Mari kita simak apa saja bahan dan langkah-langkah membuatnya.

Bahan:
5 sdm gula pasir
1 sdt baking powder
5 sdm muncung terigu
2 butir telur
35gr keju cedar
2 sachet susu kental manis
2 sachet susu bubuk
sedikit vanili bubuk
5 sdm margarin
6 sdm air hangat


Kocok telur bersama gula, baking powder, dan vanili sampai berbuih. Saja pakai vanili seujung sendok saja, karena rasanya cenderung pahit & alfian ga suka rasa pahitnya itu.


Parut keju cheddar kemudian cairkan diatas kompor bersama margarin dengan api kecil, sampai margarin leleh semua. Keju tidak leleh sempurna ga apa2 angkat sajah. Lalu masukan ke adonan telur dan aduk rata.


 Larutkan susu kental manis dalam 6 sendok air hangat, kemudian masukan ke adonan utama aduk rata.


Campur terigu dengan susu bubuk kemudian masukan sedikit demi sedikit ke adonan utama aduk sampai tidak ada gumpalan. Bisa pakai saringan terigu untuk mengurangi penggumpalan.


Panaskan panci kukus. Olesi loyang dengan minyak goreng dan beri alas kertas roti. Masukan adonan ke dalam loyang dan kukus kurang lebih 30 menit sampai matang.


Hasilnya seperti berikut. Dinginkan terlebih dahulu, lalu dipindahkan ke piring saji dan potong-potong sesuai selera.


Hasil resep yang ini ludes nya cepet banget, ngeju dan berasa banget susunya...
Selamat mencoba!




Setelah sukses bereksperimen dengan brownies kukus chocolatos, target rani berikut nya adalah ngikutin resep cake keju kukus yang berseliweran di facebook. Dedicated to Ibenk yang doyan banget sama keju.


Bahan:
5 sdm gula pasir
6 sdm terigu
35 gr keju cheddar, parut
2 buah telur
1 bungkus susu kental manis
1 sdt baking powder
6 sdm margarin
minyak goreng untuk dioleskan ke loyang
kertas roti untuk alas loyang (optional)

Cara Membuat:
Kocok telur bersama gula pasir sampai berbuih.


Cairkan keju bersama margarin di atas kompor (resep nya ditim, tapi saya males haha) sampai margarin leleh semua keju ga leleh sempurna juga gpp.


Campur adonan keju & margarin cair dengan adonan telur.


Campur terigu dan baking powder aduk rata.


Masukan campuran terigu baking powder ke dalam adonan, sedikit demi sedikit, dan aduk rata sampai tidak ada gumpalan.


Taruh kertas roti di dasar loyang, kemudian olesi dengan minyak goreng.


Masukan adonan ke dalam loyang. Panaskan panci kukus, masukan loyang adonan. Kukus kurang lebih 30 menit.


Setelah 30 menit matikan kompor, tunggu hingga agak dingin.


Balikan cake yang telah dingin, lepas kertas roti. Potong-potong sesuai selera, dan siap disajikan.



Sukses juga sih, cuman ga segereget yang brownies chocolatos. Gurihnya kurang gimanaaa gitu, atau tergantung selera juga kali yah. Ibenk yang penggemar keju asik-asik aja makan sampe habis soalnya ha...ha... Tapi next time mungkin dicoba tambahin susu & gula nya lagi biar lebih mantabs.